Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

05 November 2008

Calon Idola Baru PSIS : Hugo Cortez

Cyber News : Harapan PSIS untuk segera mendapatkan striker tangguh untuk putaran kedua Djarum Indonesia Super League (ISL) 2008/2009 tampaknya akan segera terwujud, apabila manajemen sukses meminang Hugo Cortez Domingues. Siapa Hugo Cortez ?

Sesungguhnya Cortez adalah pemain pelamar yang dibawa oleh salah satu agen pemain asing. Dari curicullum vitae-nya, Cortez yang berasal dari Portugal ini disebut sebagai striker haus gol. Usianya masih sangat muda, 22 tahun, dan posturnya sangat ideal untuk seorang striker yakni 191 cm. Hugo Cortez menapaki karir profesional di klub Rio de Mouro Portugal sejak 2001. Musim kompetisi 2006, Cortez bergabung di klub Lech Poznan, Polandia.

Saat ini, manajemen PSIS melalui manajer operasional Ari Wibowo tengah melakukan nego dengan agennya di Jakarta. "Doakan deal, kalau kita berhasil membawanya ke Semarang, maka penggemar PSIS akan mempunyai idola baru," ujar Ari. Apabila proses nego mulus, maka Cortez bisa mulai berlatih 24 November nanti, di mana PSIS akan mulai mempersiapkan diri untuk putaran kedua Djarum ISL 2008/2009 setelah menyelesaikan pertandingan leg I dan II Copa Dji Sam Soe dan libur sepekan. :L

04 November 2008

(2) PROFIL : Ajang Adu Kreasi Suporter Bola Semarang

KORWIL :
SEMARANG TENGAH


Siang kemarin, belasan anak muda berkumpul di sebuah rumah di Jalan Wonodri Krajan, Semarang. Mereka kerja-sama menggarap sebuah tulisan dari stereofoam yang isinya kata-kata penyemangat PSIS. Tulisan itu, adalah salah satu bentuk kreatifitas untuk lomba Adu Kreatifitas Suporter Bola Semarang yang digelar Dji Sam Soe, Jawa Pos Grup dan Lintas Grup.

Tampak di antara mereka Andilo yang dikenal sebagai ikon SneX dan Dwi Utomo (Sekretaris Umum SneX). Ya, warga Wonodri yakni Wonodri Krajan, Wonodri Bondalem, Wonodri Grajen dan Wonodri Baru, menurut Dwi sangat getol dengan PSIS. Karena itu sejak 2005 mereka sepakat bergabung menjadi salah satu korwil SneX. Mereka membentuk Komunitas yang disebut SneX Ga-pero (Gabungan Pemuda Rewo-rewo). Saat ini, Gapero dipimpin oleh Bambang Hermawan dan punya seabrek kegiatan, mulai sekadar kumpul-kumpul sampai kegiatan sosial.

Untuk lomba Adu Kreatifitas Suporter Bola Semarang ini, Gapero menyiapkan lahan berupa lapangan parkir yang diberi nama lapangan Gapero untuk dihias di sekelilingnya. Dua hari yang lalu, lokasi ini sudah dicat dengan warna kebesaran SneX yakni biru dan hitam.

”Kita juga sudah urunan untuk membeli seragam khusus. Kostum ini akan dipakai semua anggota Gapero saat penjurian nanti,” tandas Dwi. (RASE)

03 November 2008

MILITAN DIATAS MILITAN (CHAPTER 1)

Snex News : Tak bisa dipungkiri, salah satu kekuatan suporter adalah jiwa militansi itu sendiri. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kita dapat menemukan definisi militan. Di situ disebutkan bahwa militan adalah bersemangat tinggi, penuh gairah, dan berhaluan keras. Nah, Berawal dari kecintaan terhadap PSIS Semarang maka salah satu cita-citanya pendiri SNEX (Suporter Semarang Extreme ) adalah bagaimana menanamkan jiwa militan itu di setiap anggotanya. Berawal dimulai dari diri sendiri *baca pengurus pusat*, untuk memberikan contoh kepada anggota dan simpatisan untuk lebih total dalam mendukung dan mengawal PSIS sampai perjalanan akhir kompetisi. Isilah "you never walk'in alone"nya liverpool diejawantahkan dalam menndukung tim kesayangannya. Istilah SNEX yang populer di kalangan luas yaitu : "REWO-REWO", "SNEX SAK MODARE", "DUKUNG PSIS SAMPAI KIAMAT", "DUKUNG PSIS SAMPAI LIVERPOOL", "SNEX PO ORA", "FRONT SEMARANGISME", "JANGANKAN HUJAN AIR, HUJAN BATU SUDAH BIASA", dll. Inilah artian militan yang sudah dialihbahasakan melalui kata-kata yang sederhana.

SNEX = MILITAN PSIS ?? YA.. masyarakatlah yang menilai. Di saat PSIS membutuhkan suntikan semangat, disitulah peran SNEX sang REWO-REWO hadir. Penjelajahan antar kota, propinsi, pulau, sudah menjadi panggilan jiwa para snexers. Ada haru dan bangga ketika mengantarkan rekan-rekan yang berjuang sebagai duta wong semarang.. baik di terminal atau di stasiun kereta api. Riuh-rendah, lambaian tangan, syal, dan bendera tak putus-putus di kibarkan sampai bis/kereta pergi.

Ada sebuah cerita ketika rekan snexer di Malang. Waktu itu salah satu rekan meminta air mineral kepada IKP, sesudah pertandingan. begini kira-kita dialognya :


SNEXER : mas, jaluk aku Aqua dong ...

IKP : lha, aku ngombe opo ??
SNEXER : ngelak ki mas.. aku seko semarang
IKP : ra urus...
SNEXER : lho kok ngono to mas...
IKP : * air mineral gak di minum, tapi dibasuh dimukanya yang kotor *
SNEXER : ???


Inilah, kadang perlakuan kepada suporter tidak manusiawi, diibaratkan anjing yang menggonggong dan mengais makanan di tong sampah. Tapi perlakukan seperti itu, bagi jiwa militan SNEX tidak gentar dan melunturkan semangat untuk mendukung dan mengawal PSIS sampai akhir. Teringat kisah teman-teman Snex yang tour di daerah minim transportasi, stadion yang jauh dari kota, dan pulang ke Semarang 2-3 hari. Seperti Jalak Harupat, pernah ada temen SMS yang mengatakan "iki ono bayi-bayi Snex di Stadion Jalak Harupat", terus terang dihati kecil ini berontak dan marah. Tapi tidak apalah.. persepsi orang berbeda-beda, mungkin dia tidak tahu apa itu suporter militan.


MILITAN DIATAS MILITAN (CHAPTER 2)
PROFIL KORWIL SNEX :
ES CONGYANG 3 RASA, SEMARANG BERGOYANG PASTI JUARA
(Suporter Militan diatas Militan SNEX tahun 2007)


Bersambung .......

31 Oktober 2008

Khusnul Pulanglah..!!

Snex News : Laga penutup akhir putaran ke-dua kompetisi liga super PSIS, mengembalikan ex-pemain PSIS M. Ridwan dan Khusnul Yakin untuk merumput kembali di Jatidiri, yang notabene merupakan asli binaan PSIS yang sukses. M. Ridwan dulunya pernah main di PERSEGI GIANYAR, dan sekarang ke PELITA JAYA.. apakah akan kembali lagi ke PSIS ?? Ibarat mutiara kini M. Ridwan banyak di cari klub-klub di Indonesia, otomatis nilai jualnya pun semakin tinggi. Selain itu dulu waktu membela PSIS dia mendapat julukan ""supersubs" spesialis babak ke-2, atau "the behind man", karena kecepatannya menyelinap di belakang striker dan menjadi penentu kemenangan. Bagaimana dengan Khusnul Yakin ?? pemain jebolan PS Undip jarang dimainkan oleh Fandi Ahmad. Bukan karena gagal bersaing dengan striker Pelita ! tapi karena kurangnya kepercayaan Fandi untuk menempatkan line up utama kepada Khusnul, yang akhirnya permainan Khusnul tidak berkembang. Di antara ke dua pemain ex-ini peluang Khusnul kembali ke pangkuan Mahesa Jenar terbuka .. andaikata Pelita melakukan cuci gudang atau minimal pendekatan manajemen PSIS kepada Pelita untuk mengembalikan anak yang hilang ini. Sifat ngotot Khusnul dan run speed yang di cari Bambang Nurdiansyah. Semoga laga nanti malam melahirkan deal penting antara manajemen PSIS-KHUSNUL-PELITA.

Berita Lainnya : PSIS NGOTOT MENANG


Pelatih PSIS mengaku menyiapkan secara khusus timnya untuk menghadapi Pelita Jaya, Jawa Barat, Sabtu (1/11) malam nanti (siaran langsung Antv pukul 19.00 WIB) di stadion Jatidiri. BN bertekad timnya mampu membukukan poin penuh pada laga terakhir PSIS di putaran pertama Djarum Indonesia Super League (ISL) 2008/2009.
Persiapan khusus BN, di antaranya adalah dengan lebih memperkaya variasi serangan. Diakui BN yang mantan striker nasional era 80-an ini, minimnya gol yang dicetak PSIS selain karena kurang garangnya striker yang dimilikinya, juga karena miskinnya variasi serangan. Serangan yang monoton gampang terbaca, dengan mudah dipatahkan pemain belakang lawan.

”Ada dua poin yang saya siapkan untuk memenangkan pertandingan lawan Pelita Jaya. Pertama, adalah mengasah lagi finishing touch dan kedua adalah variasi serangan,” bebernya. Menurut BN yang dimaksud variasi serangan, adalah tidak monoton, berani bermanuver serta sering membuat gerakan-gerakan yang menjebak. ”Itu yang saya tekankan pada latihan-latihan terakhir menghadapi Pelita Jaya,” ungkapnya.
Menurut BN, penekanan latihan ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi pertandingan sebelumnya. Saat melawan Persita dalam laga sebelumnya, PSIS kalah karena gagal memanfaatkan peluang dan miskin variasi serangan, meski para pemain sebenarnya sudah bermain sesuai skema yang diterapkan BN.

Soal formasi pemain, PSIS hanya kehilangan Edson Leonardo yang kena akumulasi kartu kuning. Pemain ini juga sudah dua hari ini tidak ikut latihan tanpa pamit ke manajemen maupun pelatih. ”Tidak masalah, kita sudah terbiasa bermain tanpa Edson Leonardo. Kekuatan lini belakang kita tidak akan berkurang,” ujarnya.

BN menilai calon lawan yang akan dihadapi yakni Pelita Jaya merupakan tim bagus, tpi tidak istimewa. Kelebihan yang dimiliki tim polesan Fandi Ahmad ini, adalah kedisiplinan para pemain di semua posisi. ”Setelah menyerang, mereka cepat kembali ke posisinya bila mendapat serangan balik. Organisasi pertahanan mereka juga cukup rapi,” tegasnya. BN juga meminta para pemainnya untuk sangat mewaspadai kualitas individu pemain-pemain Pelita Jaya yang berada di atas rata-rata kualitas pemain PSIS. BN menyebut pemain sayap Pelita yakni Erol FX Iba dan Supardi yang layak diwaspadai, pemain depan Rudi Widodo dan Christiano Lopez, serta pemain tengah M Ridwan serta Ardan Araz.

Terpisah, General Manager PSIS Anis Nugroho didampingi Manajer Teknik Setyo Agung Nugroho juga sangat berharap timnya akan memetik poin penuh kali ini. Bila gagal, maka beban skuadnya akan semakin berat saat menghadapi putaran kedua nanti. ”Kemenangan lawan Pelita Jaya ini akan jadi modal berharga PSIS untuk menapak putaran kedua. Yang penting main tenang dan jangan silau dengan nama besar Pelita. Buktinya Persipura dan PSM juga bisa kita kalahkan,” ujarnya. (RASE)