Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

06 Desember 2009

Pre-Match : Sampelo dan Imral Ujung Tombak PSIS

Snexcyber : Sampelo dan Imral Usman akan menjadi ujung tombak PSIS Semarang saat menghadapi tuan rumah Persiba pada laga lanjutan Divisi Utama Grup II di Stadion Sultan Agung Bantul, Yogyakarta, Senin (7/12).

"Berdasarkan latihan terakhir atau Minggu ini, sepertinya kami condong kepada Sampelo untuk diduetkan dengan Imral Usman," kata Asisten Pelatih PSIS, M. Dhofir saat dihubungi dari Semarang, Minggu.

Gustavo Chena yang sempat menggantikan posisi Cristiano Lopez saat PSIS menghadapi Pro Duta Sleman, Jumat (4/12) akan dikembalikan ke lini tengah bersama Suwita Patha, dan Sunarso.

Ia mengatakan, pada laga tandang kedua melawan Persiba Bantul ini, untuk posisi penyerang akan berbeda dibandingkan saat pertandingan sebelumnya, yaitu dua pemain penyerang diposisikan sejajar.


"Berdasarkan evaluasi setelah melawan Pro Duta, kita akan sedikit melakukan perombakan. Kalau sebelumnya, hanya seorang penyerang kemudian dilapisi gelandang serang," katanya.

Tetapi, kata dia, saat lawan tim asuhan pelatih Eduard Tjong, kedua penyerang akan diposisikan sejajar kemudian dilapisi Gustavo Chena sebagai gelandang serang," katanya menegaskan.

Perubahan in, kata dia, hanya untuk posisi lini depan sedangkan lini tengah masih sama yang diisi Chena, Suwita Patha, dan Sunarso. "Untuk gelandang kita memanfaatkan Safri (sayap kanan) dan Deni Rumba (sayap kiri)," katanya.

Untuk lini belakang, kata dia, juga tidak ada perubahan dan masih dipercayakan pada Anderson Leke, Heri Susilo, dan Eko Pujianto. "Lini belakang kita tetap, hanya diharapkan lebih disiplin menjaga daerahnya masing-masing," katanya.

Ia menambahkan, saat melawan Pro Duta, timnya mengandalkan serangan balik tetapi lawan Persiba Bantul akan tampil menyerang. "Kita akan mencoba bermain normal dan menyerang," katanya.

Pada pertandingan sebelumnya, tim asuhan Ahmad Muhariah dikalahkan Pro Duta Sleman (0-2), sehingga saat tim Mahesa Jenar masih mengemas nilai empat yaitu dari tiga kali main, sekali menang, sekali seri, dan sekali kalah.

Usai bermain lawan Persiba Bantul ini, PSIS kembali akan turun ke lapangan dengan menjamu Persikad Depok, Jumat (11/12) dan Persikab Kabupaten Bandung, Senin (14/12). (Antara)

04 Desember 2009

Lini Belakang Tidak Disiplin, PSIS Takluk ...

Snexcyber : Ambisi PSIS (Semarang) mencuri poin di laga away perdana terpaksa kandas. Suwita Patha dkk harus mengakui tuan rumah Pro Duta (Sleman) 0-2 pada lanjutan pertandingan Divisi Utama di Stadion Maguwoharjo, Depok, Sleman, Jumat (4/12). Turun tanpa bomber andalannya Cristiano Lopes karena cedera hamstring, sedikit berpengaruh untuk ketajaman lini depan armada Mahesa Jenar.

Kondisi tersebut dimanfaatkan betul oleh tim tuan rumah. Apalagi sejak kick off, Pro Duta tampil menekan pertahanan PSIS yang digalang oleh trio Andersen Leke, Eko Pujianto, dan Heri Susilo. Alhasil pada menit enam, Pro Duta berhasil menciptakan gol pertama yang dicetak oleh Zulham. Tendangan Zulham di pojok kanan gawang tidak dapat diantisipasi oleh kiper PSIS Catur Nugroho.

Tertinggal satu gol membuat PSIS mulai tertekan. Pertahanan anak-anak asuh Ahmad Muhariah pun harus bekerja keras. Strategi counter attack yang diharapkan dapat menekan Pro Duta pun hanya terlihat beberapa kali dilakukan. Hingga babak pertama usai skor tidak berubah untuk keunggulan Pro Duta.


Masuk babak kedua, Pro Duta masih terus berusaha menambah gol. Namun PSIS tidak tinggal diam. Anak-anak Semarag mencoba untuk melakukan serangan ke daerah Pro Duta.

Beberapa peluang sempat diciptakan oleh lini depan PSIS. Hanya saja dewi fortuna masih belum berpihak kepada skuad kebanggaan masyarakat Semarang ini.

Seperti pada menit 50, tendangan bebas Gustavo Chena gagal dimanfaatkan Deni Rumba yang tepat berdiri di depan gawang Wahyudi. Tendangan Deni Rumba dapat diantisipasi oleh kiper cadangan Pro Duta tersebut.

Sari celah
PSIS sendiri terus mencoba mencari celah pertahanan tuan rumah. Pada pertengahan babak kedua, striker lokal Sampelo masuk menggantikan Iwan HW. Hanya saja pergantian ini tidak memberikan perubahan yang signifikan pada alur serangan PSIS.

Sebaliknya, Pro Duta berhasil menambah keunggulan gol melalui kaki Francis Wawengkang pada menit 69. Tendangan mantan pemain Persija ini memanfaatkan blunder lini belakang PSIS. Hingga usai babak kedua skor pun tetap untuk keunggulan Pro Duta 2-0.

Usai laga asisten pelatih PSIS M Dhofir mengatakan kekalahan ini karena lini belakang yang kurang konsentrasi dan berakibat fatal pada pertahanan PSIS.

Dia melihat, pemain lini belakang masih terlalu lama bermain di kotak penalti dan sering melakukan blunder. ’’Lini belakang kurang disiplin dan akibatnya terjadi dua gol. Ini murni kesalahan lini belakang. Semangat juang para pemain juga menurun pada pertandingan kali ini,’’kata Dhofir.

Dia juga menambahkan para pemainnya sering kedodoran dalam mengatasi permainan menyerang tuan rumah. Alhasil blunder juga sering terlihat pada Suwita Patha cs.

’’Saya sudah memperkirakan Pro Duta bakal bermain menyerang. Maka dari itu saya instruksikan anak-anak lebih berhati-hati. Tapi justru anak-anak membuat kesalahan sendiri,’’pungkas mantan pelatih PS POP ini. (wawasan)

02 Desember 2009

Lapangan Sepakbola di Indonesia Belum Layak

Snexcyber : Sepak bola Indonesia masih banyak PR yang belum diselesaikan mulai dari pihak tertinggi sepak bola Indonesia sampai tim peserta Liga Indonesia. Kita masih berputar pada masalah klasik yaitu banyak lapangan yang belum memenuhi syarat layak dipakai.

Stadion Jatidiri Semarang :
Pernah Memiliki Masalah dengan Rumput, Tanah dan Drainase


Saya sering berbicara mengenai perkembangan sepak bola Indonesia. Selain masalah keuangan, peraturan liga, kriteria wasit, kualitas materi pelatih, kualitas pemain lokal dan asing, Indonesia jelas butuh lapangan yang layak untuk menjalani satu musim kompetisi.

Lapangan itu penting


Dengan lapangan yang layak, sepakbola Indonesia akan berkembang. Lapangan sepak bola bisa memberikan kontribusi yang penting. Contohnya, motivasi pemain akan tinggi, konsentrasi lebih maksimal dan pemain akan menjalankan tugasnya di dalam lapangan dengan baik. Sering kali kesalahan dari pemain bukan karena masalah kemampuan (skill, red) tapi karena lapangan yang buruk. Rumput yang kurang bagus dan tanah yang keras tidak mendukung pertandingan berjalan dengan baik.

Buat apa pengurus tim mencari dana untuk belanja pemain bila nantinya tim tidak bisa tampil dengan formasi lengkap karena faktor lapangan? Sampai saat ini kondisi buruk lapangan sudah memakan korban cedera. Pemain pilar Timnas Indonesia Firman Utina dan dua pemain Persipura Boaz Salosa dan Ricardo Salampessy mengalami cedera saat bertanding di Makassar.

Bila tidak diperbaiki sesegera mungkin, lapangan sepak bola akan jadi musuh bagi perkembangan sepak bola Indonesia. Pada pertandingan yang baru digelar di Stadion Surajaya Lamangon, kualitas lapangan tidak lebih baik dari kondisi lapangan di Stadion Andi Mattalata, di Makassar.

Menurut saya kualitas lapangan sangat berpengaruh. Sulit bagi pemain bisa mengontrol bola dengan baik, memberikan umpan terobosan, atau melakukan kerjasama bila kualitas lapangan kurang bagus. Ini bukan alasan untuk menjaga nama baik pemain, tapi kenyataannya, siapa pun yang menyaksikan pertandingan siarang langsung ini bisa menilai sendiri bahwa masalah lapangan sering membuat kecewa atau malas menonton karena laga jadi kurang menarik.

Penonton bisa membandingkan lapangan sepakbola Indonesia dengan lapangan sepakbola luar negeri dengan rumputnya yang indah. Lapangan Perlu segera di perbaiki karena penampilan tim yang kurang bagus otomatis membuat pertandingan kurang menarik.

Dan bila pertandingan kurang menarik, sponsor tidak ingin bergabung di dunia sepakbola Indonesia karena kurang menjual. Jangan berpikir kalau sepakbola Indonesia bisa berjalan tanpa sponsor.

Olahraga dan sponsor sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan di zaman modern sekarang ini. Maka tak heran jika tidak ada sponsor maka sepakbola pun tak bisa berjalan dengan baik.

Penulis : Mauricio Zbinden (djarum-super.com)

01 Desember 2009

PSIS : Pelapis Masih 'Drawasi'

Snexcyber : Beberapa pemain pelapis PSIS (Semarang) yang diharapkan dapat menggantikan performa pemain inti yang cedera masih belum sesuai harapan.

Pemain muda PSIS : Vava Ardilla, Taufik Salafudin, Ricky Belum On Fire

’’Masih ada ketimpangan antara pemain inti dan cadangan. Untuk pemain pelapis permainannya tidak terskema. Minimnya kemampuan mereka terlihat sekali,’’ kata Asisten pelatih PSIS M Dhofir, Selasa (1/12) usai memantau laga simulasi PSIS versus PS SSS, di Stadion Jatidiri, Semarang.

Menurutnya, pada 20 menit pertama skuad Mahesa Jenar menurunkan amunisi intinya. Pos belakang diisi oleh Anderson Leke, Eko Pujianto, dan Heri Susilo. Sedangkan pos depan sengaja ditempatkan striker Imral Usman seorang diri dengan second striker Gustavo Chena. Untuk posisi Chena sendiri dicoba dipasang oleh Suwita Patha.

Pergantian posisi ini memang dijajal dengan menurunkan satu striker. Hal ini untuk mengantisipasi jika nantinya tandem Imral Usman yaitu Cristiano Lopes absen tidak dapat memperkuat Mahesa Jenar dalam pertandingan.


’’Kami tetap antisipasi hal itu, jika ada pemain cedera seperti kemarin. Bagaimanapun juga harus mencari alternatif lain,’’ urai mantan pelatih PS POP Semarang ini.

Selain itu, pihaknya mencoba menurunkan Valentino untuk ditempatkan pada posisi Deni Rumba di bek sayap kiri. Hanya saja, dari simulasi tersebut, pihaknya tidak melihat perkembangan yang signifikan dari performa Valentino.

’’Kami mencoba memasang Vale di posisi Deni Rumba. Tapi dia tidak sesuai harapan. Begitu juga ketika kami mencoba memasang Awang,’’ tambah Dhofir.

Khusus untuk Awang, ia heran performa pemain yang diharapkan bisa jadi pemain utama tersebut, akhir-akhir ini mengalami penurunan. Tidak seperti ketika awal bergabung dengan PSIS musim lalu.

Dhofir mengaku, dirinya secara pribadi sudah melakukan pendekatan dan pembicaraan secara empat mata dengan pemain tersebut. Waktu itu, kata Dhofir, jawaban yang diberikan Awang ’Siap! Siap!’.

’’Tapi nyatanya sampai sekarang masih seperti itu. Harapan saya sebenarnya mendapatkan solusi mengapa bisa menuruh drastis. Kami berpikir, motivasi dia agak berkurang,’’ jelasnya.

Mengenai kondisi Cristiano Lopes apakah dapat diturunkan pada laga melawan Produta (Sleman) 4 Desember? Dhofir dengan diplomasi mengatakan belum dapat memastikan. Apalagi dia akan melihat lagi kondisi terakhirnya nanti. Seperti diketahui Cristiano Lopes cedera hamstring-nya kambuh lagi ketika turun melawan Persidafon, Sabtu (28/12). Bomber asal Brazil ini terpaksa ditarik keluar dan akhirnya mempengaruhi lini depan PSIS pada pertandingan tersebut. (Wawasan)