Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

11 November 2010

PSIS Targetkan Lima Besar di Paruh Musim

Snexcyber : PSIS menargetkan finish di posisi lima besar pada paruh musim Kompetisi Divisi Utama 2010/2011. Untuk target akhir musim, akan ditetapkan jelang dimulainya putara kedua. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PSIS Soemarmo HS dihadapan suporter dan tamu undangan yang hadir dalam acara peluncuran tim PSIS yang digelar di halaman Balai Kota Semarang, Kamis (11/11).

Peluncuran sekaligus perkenalan skuad Mahesa Jenar kepada publik itu dihadiri jajaran Muspida Kota Semarang, pengurus dan manajeman tim. "Saya yakin, di bawah kepemimpinan Pak Putut sebagai GM yang baru, PSIS mampu meraih prestasi tertinggi," kata Soemarmo dalam acara yang berlangsung meriah tersebut.
Sebanyak 27 pemain, baik yang berstatus inti maupun magang diperkenalkan satu per satu. Diawali oleh kiper Basuki Setiabudi hingga kapten tim, Imral Usman. Tepuk tangan meriah suporter terdengar saat nama Gustavo Chena disebut. Sejak dikontrak pada musim lalu, kehadiran playmaker asal Argentina ini memang mampu meraih hati para suporter baik yang tergabung dalam Snex maupun Panser Biru.

Usai perkenalan pemain, acara dilanjutkan dengan peresmian jersey anyar yang dipakai dalam laga kandang maupun tandang. Musim ini, tim besutan pelatih Bonggo Pribadi memiliki tiga kostum dengan warna dasar berbeda. Untuk laga kandang, kostum didominasi warna biru muda dengan garis kuning. Untuk laga tandang, ada dua yaitu berwarna dasar putih dengan garis biru muda dan kuning dengan garis biru muda.

Dalam sambutannya, Soemarmo meminta dukungan publik Semarang terhadap tim-tim sepak bola Semarang. "Tak hanya PSIS, tapi juga Semarang United. Keduanya adalah aset kota yang harus didukung,'' kata Soemarmo yang juga Wali Kota Semarang ini.

Kedua tim harus mampu bekerjasama dalam memajukan sepak bola Semarang. ''Pesan damai'' orang nomor satu di Kota Lunpia tersebut disampaikan menanggapi kesan ''perseteruan'' kedua tim yang mengemuka akhir-akhir ini.

Terkait permasalahan tempat latihan, dia berjanji untuk mengupayakan agar Stadion Jatidiri dapat digunakan oleh PSIS. Sedangkan untuk mengatasi minimnya dana, ke depan PSIS harus mampu menggalang pemasukkan dari sponsor. "Atas dasar profesionalisme, PSIS harus mampu mengurangi ketergantungannya terhadap dana APBD," kata Soemarmo usai acara. (Dian Chandra, Hendra Setiawan, suaramerdeka.com)

09 November 2010

PSIS Diluncurkan 11/11

Snexcyber : Setelah melakukan persiapan melalui serangkaian uji coba, skuad PSIS 2010/2011 akan segera diluncurkan. Menurut rapat manajemen yang digelar semalam di hotel Santika Jl. Ahmad Yani Semarang, secara resmi pada kamis (11/11) akan dilaksanakan acara peluncuran tim bertempat di halaman balaikota Semarang.

Sejumlah tokoh-tokoh penting seperti Gubernur Jawa Tengah, beserta pejabat-pejabat di lingkungan Pemkot dijadwalkan hadir dalam acara ini. Perkenalan pemain beserta jajaran manajemen menjadi puncak acara yang menurut rencana akan digelar mulai pukul 19.00 tersebut.

Tidak itu saja, dalam peluncuran tim kali ini juga akan dilakukan penggalangan dana bagi para korban bencana letusan Merapi yang saat ini masih membutuhkan uluran tangan. Bentuknya antara lain melalui edaran kotak sumbangan dan juga lelang kostum pemain. Menurut informasi, kostum yang akan dilelang adalah milik Imral "Korea" Usman dan Gustavo Chena.

Acara ini akan diramaikan oleh Unique Band yang telah cukup terkenal di Semarang serta akan ada penampilan ikon Mahesa Jenar oleh personel Ngesthi Pandowo. Asisten Manajer PSIS Erwin Tunggal mengharapkan para suporter dapat hadir agar acara ini berlangsung meriah. SNEX sendiri mendapat undangan sejumlah 75 buah yang akan diserahkan melalui pengurus pusat. (ribasan)

PSIS pindah latihan di Stadion Citarum

Snexcyber : PSIS (Semarang) berencana latihan rutin di Stadion Citarum Semarang. Sedangkan untuk kandang sebelumnya Stadion Jatidiri Semarang akan dilakukan renovasi dan hanya dipakai khusus untuk even pertandingan resmi dan laga uji coba. Seperti dikatakan Manajer Tim PSIS Teguh Setiyono, tim asuhan Bonggo Pribadi ini akan ’boyongan’ latihan di stadion yang dikelola oleh Pemkot Semarang tersebut.

’’Stadion Jatidiri akan direnovasi dan PSIS akan pindah latihan di Stadion Citarum Semarang,’’kata Teguh Setiono, Senin (8/11). Teguh mengatakan kepindahan latihan ini tidak akan menjadi masalah bagi persiapan tim Mahesa Jenar. Apalagi Stadion Citarum juga memiliki fasilitas yang cukup baik. Fasilitas sarana dan prasarana stadion tersebut juga sangat memadai. Terlebih rumput lapangan cukup terawat dan kondisinya baik.

’’Tidak ada masalah dengan kepindahan ke Stadion Citarum. Lapangan dan rumput juga bagus dan tentu tidak akan mempengaruhi pemain,’’ tambah Teguh. Sedangkan mengenai Stadion Jatidiri, pihaknya sangat mendukung dengan langkah renovasi dan perbaikan tersebut.
Apalagi stadion ini merupakan satu-satunya yang memenuhi syarat di Semarang untuk menggelar pertandingan resmi. Selain itu juga menjelang kompetisi bergulir November ini, stadion untuk sementara harus steril dan tidak digunakan kegiatan latihan tim manapun. ’’Menjelang kompetisi, lapangan harus disterilkan juga. Jika dipakai terus menerus akan merusak rumput. Jadi untuk pindah latihan tidak menjadi masalah bagi PSIS,’’tambah Teguh.


Tidak perlu berlama-lama, pasukan Mahesa Jenar akan mulai latihan di Ssadion Citarum Semarang, Selasa (9/11) ini. Stadion Citarum sendiri pernah dipakai oleh PSIS pada waktu seleksi pemain ketika dilatih oleh Ahmad Muhariah pada musim 2009-2010 lalu. Antusias penonton dan penggemar PSIS cukup tinggi di daerah sekitar Citarum. Apalagi hampir setiap latihan yang dilakukan PSIS, ratusan penonton membanjiri dan berdatangan untuk menyaksikan pemain kesayangannya berlatih. (sumber : wawasandigital.com) 

08 November 2010

Stadion Jatidiri Dilarang untuk Latihan

CyberNews : Dua pekan menjelang dimulainya Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011, Bidang Pengelolaan Aset Dinas Pengelolaan dan Pendapatan Aset Daerah (DPPAD) Jateng selaku pihak pengelola mengeluarkan keputusan mengejutkan, yakni larangan penggunaan Stadion Jatidiri sebagai tempat latihan. Larangan tersebut ditujukan kepada kedua klub yang memanfaatkan Stadion Jatidiri sebagai 'home ground', yakni PSIS dan Semarang United.
Izin penggunaan diberikan jika kedua tim bertanding, baik dalam laga resmi maupun uji coba. Keputusan tersebut keluar setelah melihat kondisi lapangan semakin parah. Selain permukaannya tidak rata, banyak rumput yang mengelupas. Kondisi tersebut tentu menyulitkan para pemain saat bertanding.
Ketua pengelola GOR Jatidiri Chris Koeswandono mengatakan, pihaknya berencana melakukan perbaikan di stadion terbesar di Kota Semarang ini. Larangan tersebut diambil setelah pihaknya melakukan pembicaraan dengan manajemen PSIS dan Semarang United, Senin (8/11) pagi di kantor DPPAD Jateng. Dalam pertemuan tersebut, PSIS diwakil Wakil GM Eddy Raharto, sekretaris Untung Budiarso dan ketua panpel Teguh Widodo. Sementara dari Semarang United dihadiri langsung oleh Vice President Novel Al Bakrie. "Selama masa renovasi, kedua tim sepakat menggelar latihan di tempat lain," kata Chris yang juga PNS di DPPAD Jateng ini. Perbaikan yang dilakukan tak hanya sebatas lapangan, tapi juga atap dan ruang ganti pemain. Namun, ada beberapa perbaikan yang menjadi tanggung jawab bersama antara PSIS dan Semarang United. Antara lain perbaikan tribun dan pagar pengaman.Rencana perbaikan Stadion Jatidiri mendapat respon positif dari manajer tim PSIS Teguh Setyono dan pelatih Bonggo Pribadi. Keduanya mengaku jika kondisi stadion saat ini butuh banyak perbaikan, terutama lapangan. "Tak hanya lapangan, atap stadion juga banyak yang bocor. Demikian juga bench pemain, ruang ganti dan tribun VIP," kata Teguh.  (Hendra Setiawan, Dian Chandra/CN14 Sumber : suaramerdeka.com)