Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

30 Maret 2009

Kalah Segalanya

Cyber News : Tekad PSIS untuk bisa mencuri poin saat melawan Persipura di Stadion Mandala Jayapura kemarin pukul 15.30 WIT (13.30 WIB) tidak berhasil. Setelah menahan gempuran Boaz Salossa dkk sepanjang 30 menit pertama pada awal babak pertama, akhirnya PSIS harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 4-0 (2-0). Keempat gol tim Mutiara Hitam dicetak oleh Alberto Goancalves dan dan Boaz Salossa, masing-masing dua gol.

Dengan kemenangan ini, semakin memantapkan posisi Persipura di puncak klasemen sementara di ajang ISL 2008/2009. Disisi lain, hasil ini malah membuat tim Mehasa Jenar harus berjuang lebih keras lagi untuk bisa keluar dari zona degradasi.

Asisten pelatih PSIS Ahmad Muariah saat dihubungi dari Semarang mengatakan, keinginan PSIS untuk membalikkan prediksi banyak orang dengan bisa mencuri poin dari tuan rumah tidak berhasil.


"Sebetulnya, kita sempat bisa membuat tuan rumah nerveus tuan rumah. Namun hal itu hanya berlangsung 30 menit. Setelah gol pertama Persipura pada menit ke 32 oleh Alberto Goancalves, mental anak-anak seakan langsung rontok," terang Ahmad Muhariah.
Kegagalan Bassile dkk meredam permainan Persipura, menurut Ahmad juga tidak lepas dari kelebihan teknik yang dimilik para pemain tuan rumah. Apalagi, dengan mendapat dukungan penuh ribuan suporternya, membuat permainan Persipura lebih bersemangat. Serangan Boaz kk sangat agresiv dan bervariatif. Wal hasil, serangan yang bertubi-tubi membuat pertahanan PSIS bobol juga.

"Melihat kualitas lawan, kita sudah sengaja main bertahan dengan menunggu lawan dibelakang garis tengah. Namun ternyata lawan masih bisa membobol juga," katanya.
Absennya Idrus Gunawan karena cedera memang menjadikan komposisi lini belakang berubah. Kemarin, BN menempatkan Anderson Leke dan Hery Susilo sebagai bek tengah, dengan didampingi Aulia Tri di kanan dan Deny Rumba di kiri. Kemudian, untuk lini tengah tempati Bassile, Hendro Suswanto, Aziz dan Fery. Dan untuk lini depan, dipercayakan kepada Telles dan Johan. Karena memang lebih fokus memperkuat pertahanan, maka PSIS hanya bisa mengandalkan serangan balik untuk bisa mencetak gol. Namun karena rapat serta disiplinnya lini pertahanan tuan rumah, Bassile dkk hanya bisa melakukan tendangan ke gawang dari jarak jauh. Sulit untuk bisa masuk sampai ke kotak penalti.

"Penampilan anak-anak sudah bagus dan all out. Khusus kiper Agus Murod, penampilannya cemerlang. Berkali-kali dia berhasil mematahkan peluang emas tuan rumah," katanya.
Dalam pertandingan ini, tiga pemain PSIS menerima tiga kartu kuning,
yaitu Leke, Hery dan Aziz. (JPNN)

26 Maret 2009

PSIS Incar Poin Di Tur Papua

Cyber News : Meski mengakui tur ke Papua yang akan dilakoni anak asuhnya pada akhir pekan ini cukup berat, pelatih PSIS Semarang Bambang Nurdiansyah (foto) menyatakan tekadnya untuk bisa membawa pulang poin.

Menurutnya, target meraih poin itu mesti dicanangkan mengingat posisi timnya di klasemen sementara Superliga 2008/09 saat ini cukup rawan, karena masih berkutat di zona degradasi.

Itu karena, tim berjuluk Mahesa Jenar baru mengemas 20 poin dari 24 laga. Hasil dari empat kali menang, delapan kali seri, dan 12 kali kalah sehingga untuk sementara menempati peringkat ke-15.

"Berat memang. Karena dua tim yang akan kami hadapi cukup tangguh jika tampil di kandangnya. Tapi kami harus berusaha tampil maksimal untuk memenuhi target," kata Bambang dihubungi wartawan, Kamis (26/3).


Sesuai jadwal, usai menghadapi tuan rumah Persipura Jayapura, Minggu (29/3), PSIS akan menunju ke Stadion Pendidikan di Wamena, guna menghadapi Persiwa, Rabu

22 Maret 2009

Siapa takut tur Papua ???


Cyber News : Setelah ada wacana pemberangkatan tim minimalis dgn pemain cadangan saja yg diberangkatkan, maka Sabtu pagi ini setelah ada pertemuan antara management yg diwakili oleh Ari Wibowo dan Setyo Agung Nugroho dgn pelatih Bambang Nurdiansyah, disepakati point2 sbb;

Jumlah rombongan disepakati 20 orang, dgn rincian 15 pemain dan 5 offical. Pemain terdiri atas 2 kiper dan 13 pemain. Dan yg paling penting, yg diberangkatkan bukan pemain cadangan dengan asumsi melepas tur away Papua yg biayanya diatas 200 jt tsb, tetapi adalah PEMAIN INTI minus Hery Susilo dan Hendro Siswanto yg harus mengikuti TC Sea Games.

Keputusan ini didasari atas pertimbangan bahwa mengalah sebelum bertanding adalah mengingkari hakikat olahraga dan sportivitas itu sendiri. Jadi sekecil apapun peluang PSIS di Jayapura dan Wamena, tak ada kata menyerahkan diri utk dibantai lawan, apalagi menyodorkan pemain pemain cadangan. No way. Pemain inti tetap diturunkan. Karena bola itu bundar. Di dunia ini tak ada yg absolut kecuali kekuasaan Allah SWT.


Jadi mencuri poin di kandang Persipura dan Persiwa bukanlah mimpi di siang bolong. Gak peduli teror penonton ataupun dikerjai wasit krn tak ada siaran langsung. Team PSIS akan berangkat ke Papua dgn misi BERTEMPUR DENGAN SEMANGAT PENUH .. Soal ada pemain yg nanti cedera atau kena kartu, itu hal lumrah dalam sepakbola. Jadi, tak ada kata melepas partai. Disaat 1 point begitu bernilai buat lolos dari degradasi, apa pantas membuang biaya away ratusan juta rupiah buat setor nyawa di kandang lawan. Wahai pendukung pendukung PSIS, dukung dan doakan kami ya ... Bravo PSIS ! Partai lawan Persipura tgl 29 Maret dan lawan Persiwa tgl 1 April (sdg diusahakan mundur tgl 2 April)

source : Facebook

20 Maret 2009

Lahir dan Kembali di Tugu Muda


Cyber News : Dadakan, dan tanpa koordinasi pada malam peringatan HUT Suporter Semarang Extreme yang dilaksanakan di Tugu Muda, paru-parunya Kota Semarang. Puluhan SNEXER bergabung di malam itu, untuk melakukan refreksi diri dan organisasi yang telah berusia 4 tahun, usia yang sangat muda dalam persuporteran di Indonesia. Namun militansi dalam mendukung total PSIS SEMARANG tidak diragukan lagi, dan terdengar sampai di luar pulau JAWA.

Malam itu pula, bertemulah kembali 2 duo snexer yang cukup lama terpisah, yakni Edi Purwanto (Boss Edy) dan Agus Junianto (Ban Jun) yang pernah bahu-membahu mendirikan dan membesarkan SNEX sampai yang kita rasakan saat ini. Terpisahkan dua pendiri ini, dikarenakan adalah perbedaan pendapat, persepsi yang mendasar yang akhirnya memisahkan mereka berdua pada kongres SNEX II pada tahun 2008 silam.

Empat tahun sudah SNEX memberi warna di kancah persuporteran di Indonesia khususnya di Kota Semarang. Di Tugu Muda menjadi saksinya kembalinya snexer-snexer tangguh lainnya yang lelah berjuang dengan segala aktifitas kehidupan yang dilalui sehari-hari. Tugu Muda ibarat rumah yang indah dan nyaman, SNEX terlahir disitu, tempat dimana dipanjatkan ikrar dan janji untuk setia sampai mati mendukung sepenuh hati, sepenuh jiwa menegakkan panji kebesaran PSIS SEMARANG.

Malam itu berbeda dengan malam-malam Ulang Tahun SNEX yang lalu. Suasana keprihatinan sangat terasa, seiring dengan badai yang menggempur PSIS dari berbagai posisi. Minim prestasi dan keuangan yang kembang-kempis, menjadi luka di tubuh Suporter Semarang Extreme yang sangat mencintai klub kebanggaan kota Semarang. Duka juga dengan ditundanya partai kandang, disebabkan dengan larangan Kapolda untuk menyelenggarakan even sepakbola pada masa kampanye.

Acara HUT yang biasanya hingar-bingar hura-hura, kali ini momen 4 tahun menjadi ajang refleksi diri. Beberapa Snexer yang hadir bahkan menyampaikan uneg-uneg langsung di hadapan Boss Edy dan Sekum Pak Dwi, yang hadir pada malam itu. Sorotan yang sering dikeluhkan para anggotanya adalah belum adanya kantor sekretariat, pembuatan KTA nisasi, pembenahan seni kreasi dan korlap.

Selain itu ungkapan boss Edy yang menyatakan bahwa perbedaan di tubuh SNEX harus disikapi dengan bijak, hal ini ditimpali oleh Bang Jun dengan arif pula. Pesan Bang Jun untuk Boss Edy sang ketua Umum untuk mengedepankan organisasi dari pada kepentingan pribadi. Perlu diketahui bahwa boss Edy maju menjadi Calon Legislatif 2009. Inilah yang disorot Bang Jun dan teman-teman Snexer yang mengingingkan SNEX harus berdiri netral pada pemilihan caleg, dan capres.


Selain itu, perlu ada gerakan untuk menyelamatkan PSIS. Bukan SNEX kalau tidak menelorkan ide-ide EXTREME. Melalui program "ngemis" di DPRD Kota Semarang, kemudian program ngamen di jalanan, pemasangan spanduk dukungan untuk PSIS Semarang. Bukan hasil materi yang dicari, berapapun uang yang didapat pasti tidak akan bisa menutupi segala kebutuhan PSIS yang mencapai ratusan juta tiap bulannya. Namun yang dicari adalah kepedulian sebagai seorang suporter. Hanya dengan inilah suporter bisa menunjukkan kecintaan yang sesungguhnya buat tim kebanggaan kota Semarang.

selanjutnya, adalah aksi solidaritas untuk Oky, yang ditahan berkaitan dengan membawa kembang api di stadion (PSIS kontra Persijap). Menurut sumber, Oky tidak mau menandatangani BAP yang mengubah kata kembang api menjadi "Mercon". Upaya pemberian bantuan hukum telah lakukan bahkan meminta bantuan sampai Mabes Polri. Adapun bantuan dari Manajemen PSIS rupanya berhenti di tengah jalan, menurut kabar apabila Manajemen PSIS memberikan bantuan dalam kasus ini, maka insiden pemukulan Yoyok Sukawi terhadap wasit tempo lalu akan dibuka kembali. Walahu 'alam.

Selamat Ulang Tahun SNEX
KIBARKAN TERUS, BENDERA SNEX SAMPAI AKHIR.....
HARI KEMARIN UNTUK HARI ESOK YANG LEBIH BAIK.