Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

29 September 2009

Johar Ditarget Bawa PSIS ke Superliga

Cyber News : Johar Lin Eng resmi menjadi general manager (GM) PSIS 2009. Surat Keputusan (SK) untuk mengisi jabatan itu diserahkan Ketua Umum PSIS Sukawi Sutarip di Balai Kota Semarang, kemarin.

Dalam memimpin pasukan ’’Mahesa Jenar’’ di Kompetisi Divisi Utama, Johar ditarget membawa tim kebanggaan warga Semarang ini promosi ke Superliga.

’’Pak Johar punya kredibilitas tinggi. Dia orang bola dan pemikirannya sangat bagus untuk kemajuan PSIS serta sepak bola Semarang. Selain itu dia mampu mengatur keuangan tim secara baik,’’ tutur Sukawi saat memberi sambutan dalam acara itu.

Pada musim lalu, jabatan ini dipegang Yoyok Sukawi. Musim ini Yoyok tidak lagi duduk di posisi tersebut lantaran menjadi anggota DPRD Jateng dan juga direktur PT Mahesa Jenar.


Sekalipun demikian, dia tetap akan membantu PSIS dalam kompetisi. Insan sepak bola Semarang diharapkan juga turut mendukung tim demi mengangkat prestasi.

Jajaran Manajemen ’’Prestasi PSIS sekarang tergantung Pak Johar. Dia kami beri kebebasan membentuk jajaran manajemen. Targetnya harus bisa mengembalikan kejayan PSIS. Paling tidak ya kembali ke Superliga,’’ ungkap Wali Kota Semarang itu. Johar menyatakan akan segera melengkapi jajaran manajemen.

Maksimal, dalam tiga hari ke depan seluruh jabatan sudah terisi dengan orang-orang yang kredibel. Gerak cepat dilakukan agar tim bisa segara dibentuk.

Soal siapa-siapa yang duduk di jajaran manajemen, dia sudah mengantongi beberapa nama. Besar kemungkinan, orang-orang yang duduk di manajemen musim lalu akan dipertahankan. Tentu saja, orang-orang itu sudah teruji loyalitas dan kinerjanya.

’’Susunan manajer nanti ada tambahan sedikit. Selain manajer teknik dan manajer operasional, juga akan ada manajer evaluasi dan monitoring,’’ kata Johar.

’’Sudah ada gambaran orang-orang yang akan duduk di jajaran manajemen. Kami masih menggodok beberapa nama sebelum diumumkan dalam tiga hari ke depan,’’ Imbuh Johar yang juga sekretaris umum Pengda PSSI Jateng.

Melihat pelaksanaan kompetisi yang semakin dekat, mantan asisten manajer tim PSIS itu merencanakan menggelar seleksi pemain pada 4 sampai 6 Oktober di Stadion Citarum.

Tidak seperti biasanya, seleksi akan digelar pagi hari mengingat sore harinya stadion tersebut digunakan untuk pelaksanaan Kompetisi Liga Remaja Piala Suratin U-18 Zona Jawa. PSIS U-18 bertindak sebagai tuan rumah Grup H di ajang tersebut. ’’Latihan perdana kemungkinan 11 Oktober di Stadion Citarum,’’ tandasnya. (SM)

GM PSIS : Johar Lin Eng

Cyber News : Teka-teki siapa yang akan menduduki jabatan general manager PSIS akhirnya terkuak.

Ketua Umum PSIS Sukawi Sutarip mempercayakan jabatan tersebut kepada Johar Lin Eng. Rencananya, pengumuman dan penyerahan SK General Manager tersebut dilakukan hari selasa tanggal 29 september 2009 di Balai Kota sekitar pukul 10.30.

"Nahkoda Baru, Semangat Baru"

’’Ketua umum memang sudah menunjuk Pak Johar sebagai general manager. Secara resmi baru akan diumumkan besok,’’ kata Direktur PT Mahesa Jenar Yoyok Sukawi, kemarin.

Dibandingkan dengan tim-tim lain, PSIS bisa dibilang agak lambat dalam pengumuman siapa General Manajernya, untuk itulah GM terpilih untuk segera membentuk kepengurusan lengkap, yaitu Manager, Pelatih, dan Offical tim, yang rencananya diumumkan tgl 2 Okt 2009.

Untuk jadwal selanjutnya, pada tangal 5 atau 6 Oktober 2009 akan melakukan seleksi tahap akhir guna melengkapi 23 pemain yang akan memperkuat PSIS Semarang dalam kompetisi Divisi Utama 2009/2010.

Dalam facebooknya, Ari Wibowo salah satu komisaris PT Mahesa Jenar, menyebutkan pada tanggal 10 Oktober 2009, semua pemain resmi PSIS termasuk (3 pemain asing) akan menanda-tangani kontrak resmi. Dan kemungkinan tanggal 11 Oktober 2009 akan dilakukan latihan perdana seluruh pemain yang sudah resmi memakai baju biru-biru, dilanjutkan dengan turnamen segitiga di stadion Citarum Semarang.

Siapakah Johar Lin Eng itu ??


Nama Johar Lin Eng sudah tak asing lagi di dunia sepak bola Kota Semarang dan Jateng. Dia pernah menjadi asisten manajer tim PSIS pada awal tahun 2000-an. Sekarang, dia juga menjabat sekretaris umum Pengprov PSSI Jateng. Pengalaman dan pengetahuannya di sepak bola tidak diragukan lagi.

’’Pak Johar itu orang bola murni. Hidupnya dicurahkan untuk kemajuan sepak bola. Wajar jika dia diberi kesempatan untuk mengurus PSIS lagi,’’ imbuhnya.

Yoyok mengemukakan, surat keputusan ketua umum nantinya hanya berisi penunjukan Johar Lin Eng sebagai general manager. Untuk posisi di bawahnya seperti manajer teknik dan manajer operasional diserahkan sepenuhnya kepada Johar.

Manajer umum terpilih itu diberi kebebasan memilih personel yang bisa diajak bekerja sama. Manajer teknik yang ditunjuk Johar kemudian akan bertugas membentuk tim, mulai dari pemilihan pemain hingga perekrutannya. ’’Pekan ini diharapkan manajemen dan ofisial tim sudah terbentuk. Dengan demikian, pekan depan latihan perdana bisa dimulai,’’ harap Yoyok.

Terpisah, Johar Lin Eng tak mengelak penunjukan dirinya sebagai general manager PSIS. Menurutnya, amanat yang diberikan ketua umum tersebut akan dijalankan dengan baik.

Setelah SK keluar, dia akan segera melakukan pendekatan terhadap tokoh-tokoh sepak bola Semarang. Dukungan mereka sangat penting guna memaksimalkan prestasi Mahesa Jenar di kompetisi Divisi Utama musim ini. ’’Ini tugas berat, tapi akan saya laksanakan sebaik-baiknya,’’ tandas Johar.

Dia mengaku optimistis dengan peluang Mahesa Jenar di kancah Divisi Utama. Pasalnya, materi pemain yang dipersiapkan justru lebih baik daripada musim lalu saat masih bersaing di Superliga.

Keyakinan itu didukung oleh masa persiapan yang memadai. Johar telah mendapat informasi bahwa laga perdana kompetisi Divisi Utama akan digelar pada pertengahan November mendatang. (SM, FB, CNews)

26 September 2009

PSIS Minta Petunjuk Dasar Hukum ke Depdagri

Cyber News : PSIS mengajukan surat kepada Departemen Dalam Negeri (Depdagri) untuk meminta petunjuk dasar hukum dan mekanisme penggunaan dana APBD bagi tim sepak bola profesional.

Hal itu akan dijadikan dasar untuk meminta alokasi APBD Kota Semarang. Rencananya, baru pada 30 September mendatang petunjuk teknis penggunaan dana APBD dari Depdagri turun.

PSIS juga akan mengajukan surat permohonan kepada Menteri Keuangan tentang rencana penggunaan anggaran dari APBD. Hal itu diungkapkan Ketua Umum PSIS Sukawi Sutarip.

’’Surat ke Depdagri sudah diajukan. Tinggal menunggu keluarnya petunjuk teknis. Surat itu diharapkan bisa menyakinkan eksekutif, legislatif, dan KONI Kota Semarang dalam membantu pendanaan PSIS,’’ lanjutnya.

Petunjuk teknis nanti akan memuat alur pemberian dana APBD dan pertanggungjawabannya. Semuanya akan dijelaskan secara detail untuk memberikan kepastian hukum.



Direktur PT Mahesa Jenar Alamsyah Satyanegara menyatakan peluang PSIS memperoleh dana APBD tetap terbuka. Hal itu mengacu pada Permendagri No 59 Tahun 2007 tentang Pedoman Penggunaan Keuangan Daerah.

Wewenang Ketentuan tersebut mengatur secara teknis bantuan pemerintah daerah yang berupa hibah kepada organisasi vertikal (termasuk KONI) dan organisasi nonpemerintah (seperti ormas dan LSM).

’’PSIS dua tahun berturut-turut tidak mendapat bantuan APBD. Karenanya, tahun ini diharapkan dapat. Ini tidak melanggar aturan,’’ kata pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi ini.

Dia menyatakan, dalam waktu dekat ketua umum akan mengeluarkan surat keputusan (SK) tentang penunjukan general manager (GM). Besar kemungkinan hal itu akan dilakukan pada awal Oktober.

Selanjutnya, GM terpilih akan diberi wewenang untuk menentukan manajer teknik dan manajer operasional. ’’SK pengangkatan GM akan dikeluarkan dalam waktu dekat. Semakin cepat akan semakin baik,’’ tuturnya.

Sekretaris Umum (Sekum) PSIS Prijo Anggoro mengakui hingga saat ini belum ada perintah dari ketua umum untuk membuat SK tentang penunjukan general manager PSIS 2009. Namun, dia yakin tidak lama lagi SK akan turun, mengingat waktu pelaksanaan kompetisi Divisi Utama semakin dekat.

’’Biasanya ketua umum menggelar rapat pengurus dulu sebelum menentukan GM. Tapi saya yakin calonnya sudah ada. Jadi, SK tinggal menunggu waktu saja,’’ kata Prijo.

’’Sekalipun persiapan tim sangat mepet, saya tetap berharap PSIS bisa meraih prestasi maksimal. Persiapan pembentukan tim sudah dilakukan,’’ tandasnya. (SM)

22 September 2009

PSIS Butuh Dana Rp 5 Miliar

Cyber News : PSIS membutuhkan dana sekitar Rp 5 miliar untuk menghadapi kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009. Kompetisi dimulai akhir Oktober. Dana tersebut diharapkan bisa dipenuhi dari bantuan APBD Kota Semarang, sponsor, penjualan tiket, dan iuran pengurus serta manajemen.

Sebagian besar dana tersedot untuk kontrak pemain. Rencananya, musim ini skuad Mahesa Jenar akan memaksimalkan kuota 30 pemain.

Setelah mempertahankan 10 pemain yang musim lalu memperkuat tim, pengurus sudah membidik sekitar 20 pemain, baik lokal maupun asing. Untuk ekspatriat, kuota Divisi Utama hanya tiga pemain.

’’Ada 20 pemain dari luar Semarang yang kami harapkan memperkuat tim musim ini. Tapi saat ini kami baru dalam tahap inventarisasi nama pemain. Hanya itu yang mampu kami lakukan mengingat belum ada dana untuk pembentukan tim,’’ ungkap Direktur PT Mahesa Jenar Alamsyah Satyanegara yang akrab disapa Yoyok Sukawi.


Seperti diketahui, sebelum Lebaran, 10 pemain lama sudah menyatakan sepakat kembali bergabung dengan PSIS. Mereka adalah Basuki, Haris, Catur, Heri Susilo, Taufik Salahudin, Vava Ardila, Valentino, Awang, Restu Kartiko, dan Denny Rumba.

Rumba saat ini bergabung dengan Persekaba Blora. Namun jika PSIS membutuhkan, pelatih dan manajemen Persekaba akan melepasnya.

Yoyok menambahkan, PSIS akan bergerak cepat usai Lebaran ini untuk pembentukan tim. Diharapkan awal Oktober pengurus sudah menentukan manajer tim. Dengan demikian, manajer bisa secepatnya memilih pelatih.

Jika komponen itu sudah ada, pembentukan tim diyakini akan cepat. Pelatih terpilih nanti sudah punya data pemain-pemain yang akan direkrut yang berasal dari tim talent scouting PSIS.

’’Waktu yang semakin singkat ini akan kami manfaatkan untuk pembentukan tim. Jika materi pemain memadai, saya kira tidak perlu waktu lama untuk menyolidkan tim,’’ kata Yoyok.

’’Latihan perdana sebetulnya akan digelar pada 28 September. Tapi melihat kondisi saat ini yang masih dalam suasana Lebaran, kemungkinan besar diundur menjadi sekitar 5 Oktober,’’ imbuh suaminya lagi.

Dengan berlaga di Divisi Utama, PSIS cenderung akan menggunakan Stadion Citarum sebagai home base. Sebelumnya, tim kebanggaan warga Semarang ini bermarkas di Stadion Jatidiri.

Namun mengingat dana musim ini terbatas, Citarum yang sewanya lebih murah dibanding Stadion Jatidiri menjadi pilihan utama. (SM)