Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

30 November 2009

Embrio Suporter Cyber di Gedongsongo

Snexcyber : Bertempat di obyek wisata Candi Gedongsongo, Minggu (29/11) kelompok suporter PSIS Snex mengadakan gathering. Dalam acara tersebut secara spesifik dibicarakan tentang rencana pembentukan sebuah divisi baru di tubuh Snex, yakni suporter cyber.

Menurut koordinator acara M. Noor (27), acara tersebut guna mengumpulkan anggota Snex yang aktif di dunia maya. "Snex memiliki potensi yang besar di dunia maya dari keberadaan suporter-suporternya. Selama ini mereka sekan "berserakan". Tujuan kami adalah menyatukan potensi-potensi tersebut," lanjutnya.

Dia juga berharap, bahwa keberadaaan suporter Snex di internet dapat diakomodasi oleh pengurus Snex, hingga dapat berdiri sejajar seperti divisi-divisi yang lain.

Seperti gayung bersambut, keinginan tersebut didukung oleh Ketua Umum Snex Edy Purwanto yang saat itu hadir dalam acara itu. Menurutnya pihaknya segera akan menerbitkan surat pengesahan bagi keberadaan divisi baru ini.

Kedepan, kelompok suporter ini akan menamakan dirinya Snexcyber dimana launchingnya akan dilakukan kemudian. Rencananya tiap sebulan sekali akan diadakan acara gathering serupa untuk mempererat tali persaudaraan di antara anggotanya.

Syalisasi Tribun Utara


Dalam acara tersebut Edy Purwanto juga mengungkapkan harapannya bahwa suatu saat, seluruh tribun utara dapat ditutupi oleh syal Snex.

"Saya terinspirasi dengan suporter Arema yang mampu memenuhi tribun dengan syal," kata pria yang akrab disapa Bos Edy ini. Menurutnya dengan banyaknya syal yang digelar suporter saat pertandingan berlangsung, suasana stadion akan terasa semakin meriah.

Untuk itu dia berjanji akan mengadakan program syal murah bagi para Snexer. "Snex akan memberi subsidi untuk program ini," tutupnya.

Acara gathering itu sendiri berlangsung sukses. Anggota Snex dari Semarang dan sekitarnya turut memeriahkan suasana. Kehangatan dan keceriaan tampak, meski hujan mengguyur lokasi selama acara berlangsung.(RBS)

Pelajaran Berharga Melawan Persidafon

Snexcyber : General Manajer PSIS (Semarang) Johar Lin Eng mengatakan, ada kemajuan yang positif dari penampilan skuad PSIS selama dua laga kandang yang dilalui. Meski begitu beberapa kekurangan masih terlihat dan perlu diperbaiki untuk persiapan dua laga away mendatang.

’’Permainan ada peningkatan dan kemajuan. Ritme pola permainan semakin membaik. Yang jelas lebih baik daripada melawan Gresik United,’’ kata Johar Lin Eng, Minggu (29/11).

Seperti diketahui, PSIS sudah melakoni dua laga kandang dalam putaran pertama Divisi Utama musim 2009-2010. Hasil positif ditorehkan pada laga perdana melawan Gresik United dengan memetik kemenangan 2-1, Rabu (25/11) lalu.


Hanya saja pada laga kedua, Suwita Patha dkk terpaksa hanya bermain imbang dengan tamunya Persidafon (Dafonsoro) dengan skor 1-1, Sabtu (28/11) lalu.

Johar menambahkan, dari hasil pertandingan melawan Persidafon, pihaknya banyak mendapatkan pelajaran berharga untuk skuad Mahesa Jenar. Pola permainan skuad asal Papua ini memang berbeda dengan tim lawan sebelumnya Gresik United. Umpan cepat satu dua, dan permainan keras menjadi ciri khas tim asal Papua itu.

Apalagi selama persiapan sebelum digelarnya Divisi Utama, Suwita Patha dkk hanya melakukan uji coba dengan tim-tim yang tidak menampilkan karakter seperti Persidafon itu.

’Selama ini kami belum pernah melakukan uji coba dengan tim dengan karakter keras seperti mereka. Ini menjadi pengalaman berharga untuk ke depan,’’ tambah Johar.

Selain itu pula, pihaknya melihat, masalah pergantian posisi pemain pada laga PSIS versus Persidafon akan menjadi bahan evaluasi pihaknya bersama tim pelatih. Diharapkan hal tersebut jangan sampai terjadi lagi untuk pertandingan berikutnya.

Seperti diketahui, pada laga PSIS melawan Persidafon terjadi pergantian posisi Andersen Leke menjadi striker untuk menempati posisi Cristiano Lopes yang keluar karena cedera. Sedangkan Idrus Gunawan ditempatkan di pos belakang menggantikan posisi Leke.

Hanya saja, pergantian pemain dan posisi tersebut tidak berjalan sesuai harapan manajemen dan pelatih. Leke yang menjadi tandem Imral Usman tidak berjalan efektif dan pos pertahanan menjadi tidak solid. Beberapa kesalahan dan blunder malah sering terlihat di pertahanan Mahesa Jenar.

’’Untuk masalah pergantian pemain dan posisi akan menjadi evaluasi dan perlu dikaji lagi. Penempatan Leke di depan tidak optimal dan pertahanan malah amburadul. Ini akan dijadikan pelajaran bagi kami,’’ tegas Johar.

Sedangkan mengenai hasil seri tersebut, Johar mengakui, cukup kecewa. Apalagi laga tersebut dilakukan di depan pendukung dan bertitel laga home. Seharusnya raihan poin penuh didapatkan oleh Suwita Patha cs.

’’Untuk hasil, cukup kecewa. Meski hasil draw kita anggap kalah. Tapi tidak perlu disesali. Terpenting ada peningkatan dari anak-anak dan akan menjadi modal untuk pertandingan berikutnya,’’ pungkas Johar.

Setelah melakoni dua laga home, Suwita Patha cs giliran melakukan pertandingan away melawan Pro Duta (Sleman), Jumat (4/12), dan melawan tuan rumah Persiba (Bantul) Senin (7/12)(Wawasan)

29 November 2009

PSIS ditahan Persidafon

Snexcyber : Tuan rumah PSIS gagal meraih angka penuh setelah ditahan imbang tamunya Persidafon Dofonsoro 1-1 (1-0) pada pertandingan lanjutan Kompetisi Divisi Utama Grup II di Stadion Jatidiri Semarang, Sabtu (28/11).

Pertandingan antara kedua tim yang disaksikan sekitar 10 ribu penonton tersebut berlangsung dalam tempo yang cepat dan imbang, mengingat kedua tim saling melancarkan serangan ke daerah pertahanan lawan.


Pada lima menit babak pertama, tim asuhan pelatih Ahmad Muhariah terlihat mendominasi serangan ke daerah pertahanan Persidafon yang dikoordinasi oleh Bruno Kasmir. Bahkan, pemain belakang lawan dan kiper Persidafon Selsius Gebze harus kerja keras menahan gempuran dari Cristiano Lopez dan kawan-kawan. Beberapa kali pemain-pemain PSIS melalui kaki Gustavo Chena dan Lopez membuat peluang tetapi akhirnya terbuang sia-sia.

Tuan rumah berhasil mencetak gol terlebih dulu pada menit ke-22 melalui tendangan voli Imral "Korea" Usman setelah menerima umpan silang dari Gustavo Chena. Bola setinggi lutut ia sambut dengan tendangan melintir dengan kaki kanan. Bola deras langsung menusuk gawang Selsius Gebze, 1-0 untuk PSIS.

Unggul satu gol, permainan PSIS masih seperti semula. Sebaliknya tim tamu terus bangkit dan bermain terbuka. Serangan yang mereka bangun dari belakang mampu membuat kalang kabut pemain belakang tuan rumah.

Ellie Aiboy, Javier Rocha, Purwanto Suwondo terlihat membuat kiper Catur Nugroho harus jatuh-bangun menahan gempuran mereka. Serangan yang bertubi-tubi itu akhirnya membuahkan peluang ketika tendangan silang cukup keras dari Javier Rocha langsung ke depan gawang PSIS.

Purwanto yang berdiri di depan gawang terlambat menjemput bola tersebut meskipun pemain bernomor punggung 45 ini berusaha menyundul bola sambil menjatuhkan diri. Sampai pertandingan babak pertama usai kedudukan tetap 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.

Memasuki babak kedua, kedua tim bermain menyerang. Persidafon akhirnya mencetak peluang ketika penyerangnya Patrick Wanggai tinggal berhadapan dengan kiper PSIS, Catur Nugroho. Meskipun dari belakang ada defender PSIS yang menguntit, tetapi kiper PSIS langsung maju ke depan dan menyambar bola tersebut.

Tim dari Papua ini berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui gol yang dicetak pemain asal Argentina, Javier Rocha, pada menit ke-62. Gol tersebut terjadi setelah kemelut di depan gawang PSIS. (kompas)

27 November 2009

Persidafon Pede Raih Point

Snexcyber : Percaya diri. Itulah yang dirasakan Persidafon Dafonsoro kala dijamu PSIS di pertandingan lanjutan Kompetisi Divisi Utama di Stadion Jatidiri sore ini.

Hal itu tak lepas dari hasil positif yang diraih anak-anak asuhan Fredy Mulli saat melawan PPSM Magelang lalu. Satu poin yang dicuri dari PPSM tersebut menjadikan motivasi dan semangat tanding Bejo Sugiantoro cs berlipat.

’’Setelah PPSM, kami ingin mengulang sukses mencuri poin di kandang PSIS. Kami ingin mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya di dua laga away ini,’’ ungkap Fredy Mulli usai memimpin anak-anak asuhannya mencoba lapangan Stadion Jatidiri, sore kemarin.


Di pertandingan ini, Fredy mengakui anak-anak asuhannya siap tanding. Mantan pelatih Persebaya itu sudah menyiapkan taktik, strategi, serta komposisi pemain terbaik untuk mengimbangi permainan tuan rumah.

Kekuatan tim bakal bertambah jika striker andalannya Carlos Sukati bisa dimainkan. Saat ini, pemain tersebut masih dalam proses pemulihan cedera otot paha.

’’Kondisi Carlos memang sudah semakin membaik. Tapi tetap akan kita pantau terus. Bila sudah dalam kondisi fit, kemungkinan besar dia akan saya turunkan,’’ harapnya.

Secara keseluruhan stamina pemain Persidafon dalam kondisi baik. Semangat dan optimisme terpancar dari wajah Ellie Aiboy dan kawan-kawan saat mencoba rumput Stadion Jatidiri, Jumat sore.

Latihan ringan yang diberikan pelatih mampu di laksanakan dengan baik. Nampaknya mereka siap merampas kemenangan dari tangan PSIS.

Disinggung soal kekuatan tim tuan rumah, Fredy mengemukakan tim besutan Ahmad Muhariah cukup tangguh. Tiga poin yang berhasil diraih Suwita Patha cs di pertandingan perdana lawan Gresik United lalu jadi bukti nyata.

Namun, hal itu tidak menjadikan timnya gentar. Justru dia tertantang untuk menaklukan PSIS di depan pendukungnya.

’’PSIS tim bagus. Tapi, permainan kami juga tak kalah bagus. Kami mempunyai pemain-pemain yang ber-skill individu tinggi. Tak kalah dari PSIS. Karena itu, kami tak takut menghadapi tuan rumah di pertandingan ini,’’ tandasnya. (SM)