Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

29 Desember 2009

Pemain-pemain Bola yang Bunuh Diri

Snexcyber : Ada pelajaran penting di balik kematian kiper Jerman, Robert Enke, beberapa waktu lalu. Popularitas ternyata tak menjamin kebahagiaan. Berbagai persoalan hidup terus saja menghajarnya. Karena tak kuat menanggung beban, dia memilih bunuh diri.

Enke bukan satu-satunya tokoh dari kalangan sepak bola yang kehilangan nyawa dengan tragis. Masih banyak nama-nama lain yang melakukan tindakan konyol tersebut. Berikut pelaku-pelakunya.

Justin Fashanu
Pada 1998, Justin Fashanu tewas gantung dri. Mantan pemain Manchester City era 1990-an itu nekat melakukannya karena dia tidak kuat dengan anggapan negatif terhadapnya.

Sebelum tewas, Fashanu dituduh mencabuli anak berumur 17 tahun. Itu dilakukannya usai menenggak minuman keras di apartemennnya. Tuduhan itu makin kuat ketika banyak bermunculan pemberitaan soal Fashanu yang bergabung di komunitas homoseksual.

Sergio Lopez Segu
Sergio Lopez Segu tewas secara tragis. Pada 4 November 2006, dia menabrakkan diri ke sebuah kereta api yang berjalan cepat. Nyawanya melayang seketika. Dia tewas di umur 39 tahun.

Mantan gelandang Barcelona era 1990-an tersebut nekat melakukannya karena tak kuat menahan cobaan hidupnya. Pemain yang sukses mengantarkan Barcelona menjuarai Piala Winners 1989 itu memang pensiun dini karena cedera lutut. Ini membuatnya depresi berat. Ditambah lagi pernikahannya gagal.



Paul Vaessen

Agustus 2001, sepak bola Inggris dihebohkan dengan tewasnya Paul Vaessen, Pemain Arsenal itu bunuh diri di bak mandi dengan cara mengonsumsi heroin hingga over dosis. Sebelumnya dia sempat ditangani oleh psikiatris, tapi gagal.

Perjalanan kaier pencetak gol kemenangan Arsenal ke gawang Juventus pada semifinal Piala Winners 1980 itu memang menyedihkan. Di musim pertamanya, dia memesona. Namun, di musim-musim berikutnya dia rentan cedera.

Vaessen lalu pensiun. Beberaap pekerjaan sempat digeluti. Mulai dari tukang pos hingga buruh bangunan. Sepertinya Vaessen tak bisa menerima kenyataan dan stres. Karena frustrasi, narkoba lalu dijadikan pelarian hingga mengakhiri hidupnya.

Asgotino Di Bartolomei
Kematian legenda AS Roma, Agostino di Bartolomei, juga menyedihkan. Pada 30 Mei 1994, dia menembak dirinya tepat di jantung. Diduga, Bartolomei bunuh diri karena depresi.

Dugaan penyebab depresi bermacam-macam. Diperkirakan dia tak kuat dengan bebam ekonomi yang mengimpit. Ada juga yang menduga dia tidak siap ketika pensiun dari sepak bola.

Kehidupannya berakhir mengenaskan. Selama aktif sebagai pemain, sepak terjang Bartolomei memang meyakinkan. Dia punya andil besar mengantarkan Roma merebut scudetto pada 1983. Tapi, setelah itu kariernya meredup dan sederet masalah pribadi terus-terusan mengganggunya.

Sandor Kocsis
Sandor Kocsis adalah striker hebat Barcelona di kurun waktu 1958-1965. Pada 22 Juli 1979, saat berumur 49 tahun, dia meninggal dunia. Sampai saat ini, banyak yang percaya dia tewas karena bunuh diri dengan cara menjatuhkan diri dari lantai empat di sebuah rumah sakit. Namun, ada juga yang memberitakan murni kecelakaan.

Menjelang akhir hayatnya, kesehatan Kocsis memang menurun drastis. Striker yang punya julukan Golden Head ini menderita kanker perut dab leukimia. Diduga, karena sulit menyembuhkan dua penyakit itu, Kocsis stres lalu bunuh diri.

Juan Gamper
Juan Gamper adalah aktor penting di balik lahirnya Barcelona. Pria kelahiran Swiss ini juga presiden pertama klub asal Spanyol tersebut. Selama menjadi presiden, Barcelona dibawanya meraih beberapa gelar, di antaranya 11 Championnat de Catalunya dan enam Copa del Rey.

Gamper sangat menyokong nasionalisme Catalan. Akibatnya, pria yang juga pendiri klub asal Swiss, FC Basel ini pun diusir keuar dari Spanyol. Karena tak kuat dengan perlakuan tersebut, Gamper bunuh diri.

Matthias Sindelar
Matthias Sindelar adalah salah satu pemain besar yang pernah dilahirkan Austria di era 1930-an. Tapi perjalanan hidupnya tragis. Kematiannya masih kontroversial. Ada yang bilang bunuh diri, namun ada juga yang menyebut dibunuh secara "halus".

Pada 23 Januari 1939, Matthias Sindelar bersama pacarnya, Camilla Castagnola ditemukan tewas di sebuah apartemen di Wina, Austria. Kematiannya diduga akibat keracunan kabon monoksida dari pemanas yang bocor. Dugaan lain, rezim Nazi terlibat karena saat itu Sindelar menolak bermain mewakili Jerman.

sumber : http://bola.kompas.com/read/xml/2009/11/22/06452039/pemain-pemain.bola.yang.bunuh.diri

27 Desember 2009

PSIS Besok Uji Coba Melawan PS Biprada

Snexcyber : PSIS (Semarang) akan mencoba beberapa formasi guna persiapan menghadapi tuan rumah Mitra Kukar, 4 Januari 2010 mendatang. Beberapa pemain akan dijajal dan dilihat performanya dalam game untuk mendapatkan formasi yang ideal.

’’Kami akan mencoba banyak formasi dalam latihan nanti. Untuk kebutuhan itu, para pemain akan dicoba kemampuannya dalam latihan yang bersifat game,’’ kata pelatih PSIS, M Dhofir, Minggu (27/12).

Persiapan yang matang akan terus diberikan kepada Suwita Patha cs. Apalagi skuad Mahesa Jenar mendapatkan waktu jeda pertandingan cukup panjang. PSIS baru akan melakukan pertandingan melawan tuan rumah Mitra Kukar (Tenggarong Kaltim), 4 Januari 2010. Waktu lebih kurang satu pekan akan didapatkan untuk memaksimalkan persiapan tim.


Selain terus mengasah punggawa dan strategi anak buahnya, Dhofir juga akan melakukan sparring partner dengan tim lokal Semarang. Hal ini sangat penting, apalagi pihaknya ingin terus menjaga peak performance. Tidak hanya itu saja, atmosfer pertandingan diharapkan dapat tersaji dalam latihan rutin nanti.

’’Kami akan melakukan uji coba melawan PS Biprada, Selasa (29/12) besok. Simulasi dan strategi akan kami terapkan pada pertandingan uji coba tersebut,’’ jelas Dhofir.

Pihaknya menambahkan, dalam sparing nanti, akan menerapkan pola ofensif. Pola ini, menurutnya kemungkinan diaplikasikan ketika bertempur melawan Mitra Kukar. Strategi menyerang diharapkan selalu dapat diperagakan oleh Suwita Patha cs dalam setiap pertandingan home dan away.

’’Kami tidak akan menampilkan pola bertahan ketika melawan Mitra Kukar. Tetap mengusung sepakbola menyerang. Ini akan kami biasakan setiap dalam pertandingan. Apalagi saya memperkirakan Mitra Kukar akan bermain terbuka ketika melawan PSIS,’’ urai mantan pelatih PS POP ini. (Wawasan)

26 Desember 2009

PSIS Sesali Kehilangan 4 Angka di Kandang

Snexcyber : PSIS Semarang sudah kehilangan empat angka saat main di kandang sendiri selama memainkan pertandinganv Kompetisi Divisi Utama Grup II.

"Kita harus mencari empat angka yang hilang itu ketika main di kandang lawan, sedangkan kalau main di kandang sendiri secara otomatis kita menargetkan menang," kata Manajer Tim PSIS, Setyo Agung Nugroho, di Semarang, Jumat (25/12).

Empat angka yang hilang tersebut karena tim asuhan pelatih sementara M Dhofir hanya meraih hasil seri saat menjamu Persidafon Dofonsoro dan Persikota Tangerang (masing-masing berakhir dengan hasil 1-1).


Pada putaran pertama ini, Suwita Patha dan kawan-kawan tinggal memainkan empat kali pertandingan, yaitu melawan tuan rumah Deltras Sidoarjo dan Mitra Kukar Tenggarong, kemudian menjamu Persikab Kabupaten Bandung dan Persis Solo.

Sampai pertandingan ketujuh ini PSIS baru mengumpulkan nilai 11 dari tiga kali menang (atas Gresik United, PPSM Sakti Magelang, dan Persikad Depok), dua kali seri (lawan Persidafon dan Persikota), serta dua kali kalah (dari Pro Duta Sleman dan Persiba Bantul).

Penyerang asal Brasil, Cristiano Lopez kemungkinan tidak dimainkan saat timnya sampai akhir Desember ini, karena masih dililit cedera paha kanan. Tetapi, pelatih sementara PSIS, M Dhofir tidak merasa khawatir karena masih ada pilihan untuk lini depan.

Penyerang Imral Usman bisa diduetkan dengan pemain asal Papua, Ory Kambuanya, sedangkan masuknya Yaris Riyadi bisa memperkuat lini tengah PSIS. Suwita Patha yang biasa di posisi gelandang bertahan bisa ditarik menjadi libero apabila Anderson Leke tidak bisa main. (antara)

25 Desember 2009

Lawan Deltras Diundur 16 Januari

Snexcyber : Persiapan PSIS menghadapi laga tandang lawan Deltras Sidoarjo di Stadion Gelora Delta, berantakan. Pasalnya, pertandingan yang seharusnya digelar pada 31 Desember, diundur pada 16 Januari 2010. Hal itu membuat program latihan yang sudah dipersiapkan tim pelatih harus ditata ulang.

Menurut Manajer Tim Setyo Agung Nugroho, pengunduran jadwal tersebut lantaran izin pertandingan belum turun. Panitia pelaksana (panpel) Deltras tidak mendapat izin dari pihak keamanan. Karena itu, panpel mengajukan surat permohonan kepada Badan Liga Indonesia (BLI) untuk mengundur pertandingan pada 31 Desember.


’’Surat resmi dari BLI tentang pengunduran jadwal lawan Deltras sudah kami terima. Intinya, izin dari pihak keamanan tidak turun. Mengingat aparat kepolisian konsentrasi pada pengamanan Natal dan Tahun Baru,’’ terang Agung.

Lebih lanjut Agung menyatakan untuk pertandingan lainnya, yaitu lawan Mitra Kukar (4/1), Persikab Kabupaten Bandung (8/1) dan Persis Solo (11/12), tidak berubah. Di satu sisi, pengunduran jadwal tersebut menguntungkan PSIS. Cristiano Lopes punya waktu lebih lama untuk menyembuhkan cedera dan memulihkan kondisinya.

Dengan demikian, saat pertandingan berikutnya lawan Mitra Kukar pada 4 Januari, pemain Brasil itu diharapkan bisa dimainkan. Itu akan menambah kekuatan tim.
Uji Coba Sisi lainnya, program latihan yang telah disusun tim pelatih jadi berantakan. Tentu saja itu sangat merugikan tim, karena pelatih harus kembali menyusun program latihan untuk persiapan menghadapi pertandingan berikutnya pada awal Januari.

Program tersebut harus disusun secara tepat agar tidak menimbulkan kejenuhan pemain. Mengingat Suwita Patha dan kawan-kawan istirahat bertanding selama dua pekan. Pertandingan terakhir dilakukan PSIS pada 18 Desember.

’’Untuk menghindari kejenuhan pemain, tim pelatih sudah menyiapkan program uji coba. Itu akan dilakukan pekan depan untuk mematangkan taktik dan strategi lawan Mitra Kukar,’’ ungkapnya.

Sebetulnya, sore ini akan digelar pertandingan uji coba lawan Biprada di Stadion Jatidiri. Namun, dengan adanya pengunduran jadwal pertandingan lawan Deltras tersebut, uji coba juga dipindah pada pekan depan.

’’Saat ini kami ganti akan fokus untuk menghadapi pertandingan tandang Mitra Kukar. Diharapkan pada laga tersebut PSIS bisa tampil full team untuk mencuri poin. Kami ingin mengganti poin yang hilang di kandang,’’ tandasnya. (SM)